Selasa, 30 November 2010

Lima Kunci Dibalik KeberhasilanSEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique)

Lima Kunci Dibalik KeberhasilanSEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique)

• Yakin
• Khusyu’
• Ikhlas
• Pasrah
• Syukur

YAKIN
Kita, baik di posisi sebagai TERAPIST ataupun KLIEN tidak perlu yakin sama SEFT atau diri kita sendiri,namun MUTLAK, KITA perlu yakin pada MAHA KUASANYA TUHAN dan MAHA SAYANGNYA TUHAN pada kita yang namanya MANUSIA ini. Jadi, SEFT tetap efektif walaupun klien maupun SEFTer, masih SKEPTIS, RAGU, TIDAK PD, MALU JIKA GAGAL, dsbnya. Asalkan KLIEN dan SEFTer masih YAKIN sama ALLAH SWT, SEFT tetap EFEKTIF. Anehnya, semakin Anda percaya diri,semakin tidak bagus hasilnya, semakin Anda tidak PD, anda jadi semakin PA (Percaya Alloh) atau PT (Percaya Tuhan) dan hasilnya semakin menakjubkan. INGAT, ketika Anda PD, berarti “EGO” Anda naik, dan apa yang di maksud EGO ? EGO = Edging God Out = Menyingkirkan Tuhan Keluar. Maksudnya, semakin EGO SESEORANG naik, maka semakin Tuhan menyingkir dari kehidupan kita. Semakin Anda kurangi atau bahkan “NOL” EGO kita, maka Insyaalloh Tuhan akan membuat keajaiban dalam hidup kita.

KHUSU’
Selama melakukan SEFT, khususnya pada saat SET UP, kita harus mampu menghadirkan konsentrasi, atau khusu’. Caranya: Pusatkan pikiran kita pada saat melakukan SET UP pada “SANG MAHA PENYEMBUH”. Katakan kata kata didalam SET UP dengan penuh kerendahan hati. Salah satu penghambat efektifitas SET UP adalah karena kita tidak mampu konsentrasi, pikiran kita tidak ikut hadir. Ingatlah prinsip: Dimana Pikiran Tertuju, Disana Energi Mengalir. Jadi, berkonsentrasilah pada kata-kata yang kita ucapkan saat melakukan SET UP.

IKHLAS
Ikhlas artinya RIDLO atau menerima keadaan kita, rasa sakit yang diderita (baik fisik maupun emosi) dengan sepenuh jiwa. Ikhlas artinya tidak mengeluh, tidak komplain atas musibah yang sedang kita alami. Kita akan merasakan semakin sakit adalah karena tidak mau menerima dengan ikhlas rasa sakit atau masalah yang sedang kita hadapi. Diri kita yang ikhlas menjadikan sakit apapun yang kita derita adalah SARANA PENYUCIAN DIRI dari dosa dan kesalahan yang pernah kita lakukan. PAIN PARADOX, semakin kita berontak, semakin lama sakit akan diderita. Semakin kita ikhlas menerimanya, semakin cepat penyakit/gangguan itu pergi. Jadi ikhlaskan selalu hati kita, maka rasa sakit akan lenyap, kalaupun masih menetap, minimal sakit tersebut menjadi berkah penebus dosa, penambah kebaikan buat diri kita. Insyaalloh.



PASRAH
Pasrah berbeda dengan ikhlas, ikhlas adalah menerima dengan legowo apapun yang kita alami saat ini, sedangkan pasrah adalahmenyerahkan apa yang akan terjadi kemudian, dimasa depan kepada Alloh SWT. Kita pasrahkan apapun yang akan terjadi nanti. Apakah rasa sakit makin parah, atau membaik, atau TOTAL sembuh, kita pasrahkan kepada Alloh SWT.
INGAT, Pasrah bukan berarti FATALISME, pasrah yang sejati disertai usaha optimal untuk mencari solusi. PASRAH (TAWAKKAL) memiliki arti bahwa, kita berusaha sekuat tenaga (Harta, Tenaga, Fikiran, segala bentuk ikhtiar) sambil hati kita hanya bergantung kepada ALLOH SWT. ORA ET LABORA, KERJAKU ADALAH DOAKU. “Bismillahitawakaltu alalloh”. Ini adalah doa BERANGKAT KERJA, bukan PULANG KERJA. Jadi penafsirannya : Bukan kalau sudah ‘Menthok’ baru kita PASRAH. Bukan pula doa berangkat tidur, jadi buan habis pasrah terus tidur nyenyak, tidak perlu berusaha. INGAT, Pasrah bukan berarti tidak berusaha. PASRAH adalah sebuah kondisi jiwa dimana kita menyerahkan diri kepada Alloh SWT, yang pada saat yang sama dibarengi semangat juang dan usaha pantang menyerah. Pasrah akan memberikan ketenangan jiwa dan kedamaian pikiran, karena orang yang pasrah adalah yakin bahwa SEGALA PERMASALAHAN MANUSIA ADA DALAM GENGGAMAN ALLOH SWT. Bagi orang yang pasrah, Insyaalloh Tuhan akan mengambil alihmasalah tersebut, DIA sendiri yang akan akan turun tangan untuk membantu menyelesaikannya. Seperti Nabi Ibrahim yang berdoa: “Cukuplah Alloh sebagai penolongku”, maka api yang seharusnya panas membakar dirinya, menjadi dingin. Atau doa nabi Musa yang berbunyi: “Dan aku serahkan masalahku kepada Alloh, sesungguhnya ia Maha Melihat Segala Urusan hamba Nya”.
Allohpun berpesan: “Dan jika kau telah bulatkan tekadmu, maka selanjutnya, pasrahkanlah kepada Alloh SWT, sesungguhnya Ia (Alloh) mencintai orang-orang yang berserah diri”, dan “(Katakan) dengan rahmat dan karunia Alloh hendaklah kamu berbahagia, karena Rahmat dan karunia-Nya lebih baik dari semua yang kamu usahakan.”

SYUKUR
Bersyukur, disaat semua kondisi dalam keadaan baik-baik saja adalah relatif mudah. Sungguh berat terasa, untuk tetap bersyukur di saat kita masih sakit atau punya masalah yang belum selesai. Tetapi, apakah tidak layak jika kita minimal mensyukuri, dimana banyak hal lain dalam hidup kita yang masih dalam keadaan BAIK dan SEHAT WALAFIAT. Jangan sampai satu masalah kecil menenggelamkan rasa syukur kita atas nikmat Alloh SWT yang begitu banyak dan besar. Agar mampu besyukur setiap waktu maka kita harus memiliki “The Dicipline of Gratitude”, dengan cara mendisiplinkan diri, dan pikiran serta hati dan tindakan untuk SELALU BERSYUKUR, dalam kondisi yang berat sekalipun. Jangan-jangan, sakit yang kita derita atau masalah yang tak kunjung selesai akibat dari diri kita yang lupa mensyukuri nikmat yang selama ini kita terima. Khabar gembiranya, begitu kita terus menerus bersyukur apa saja yang masih baik dan sehat, tiba tiba, pada saat yang bersamaan masalah dan atau sakit yang kita derita menjadi sirna (sembuh) dengan sendirinya.
Seorang alumni SEFT Total Solution Training, yang mengikuti pelatihan karena alasan sakit tumor otak, tiba tiba saja ketika ia berusaha dengan hati dan fikiran untuk fokus mensyukuri segala sesuatu yang masih sehat, maka tiba-tiba rasa sakit akibat tumor di kepala terasa tidak mengganggu lagi, bahkan ia mulai kembali bisa membaca. Alhamdulillah. Ajaibnya lagi, setelah kira-kira 3 bulan belia terus fokus dan disiplin bersyukur, tiba tiba saja sakit di jantungnya juga mereda tanpa dia sengaja untuk mengurangi gangguan sakit jantung yang ia derita. Inilah salah satu efek samping positif SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique). The most powerfull prayer is GRATITUTE”, “Lain syakartum, la adziidannakum ...”.

Selasa, 12 Mei 2009

:: Wirid Panjang ::

Bismillahirrohmanniarrohim

Wirid panjang
Bagikan 29 Maret 2009 jam 20:14
1. Asyhadu allaa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu warosuulu
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada sekutu bagi Nya. dan aku ber-saksi bahwa Muhammad adalah hamba Nya dan rosul Nya

2. Allaahumma sholli wa sallim ’alaa Sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aali Sayyidinaa Mu-hammadin
Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada nabi Muhammad dan keluarganya

3. Astaghfirullahall azhim alladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qoyyum wa atubu ilaihi (100x)
Aku mohon ampun kepada Allah yaitu Dzat yang tidak ada Tuhan kecuali Dia Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepada Nya.

4. Astaghfirullahall azhim
Aku mohon ampun kepada Allah

5. Subhaanallaah, walhamdu lillaah, wa laa ilaaha illallaah, huwallaahu akbar. Walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil azhiim (100x)
Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, dan tiada Tuhan kecuali Allah, Allah Yang maha Besar, tidak ada daya dan kekuatan melainkan daya dan kekuatan Tuhan Yang maha Tinggi dan Maha Agung.

6. Laa ilaaha illalaahu wahdahu laa syariikalahuu, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumitu biyadihil khoiru wahuwa alla kulli syai’in qo-dirrun (100x)
Tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Bagi Nya lah segala kerajaan dan pujian, yang Meng-hidupkan dan Mematikan, Ditangan Nya segala kebaik an dan Dia lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

7. Allaahumma antas salaam, wa minkas salaam, wa ilayka ya’uudus salaam, fahayyinaa rob-banna bis salaam, wa adkhilnal jannata daaros salaam, tabaarokta robbannaa wa ta’aalaita yaa dzal jalaali wal ikroom.
Ya Allah, Engkaulah Penyelamat, dari pada Mu lah datangnya keselamatan dan kepada Mu lah pula kembali keselamatan. Semoga Engkau hi-dupkan kami selalu dalam keselamatan, ma-sukkan kami kedalam sorga Mu Darussalam. Dari pada Mu sumber berkah dan Engkau Maha Tinggi, Maha Besar dan Maha Pemurah.

8. Ayat Kursi (surat Al Baqoroh 255)
Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoy-yuumu, laa ta'khudzuhuu sinatun wa laa na-umun, lahuu maa fis samaawati wamaa fil ar-dhi, man dzal ladzii yasyfa'u 'indahuu illa bi idznihii, ya'lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum wa laa yuhiithuuna bi syai’im min 'ilhmihii illaa bi maa syaa’a, wasi'a kursiyyuhus samaa waati wal ardho wa laa ya ‘uuduhuu hifzhuhumaa wa huwal 'aliyyul 'azhiim.
Allah, tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup Kekal lagi Berdiri Sendiri. Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. KepunyaanNya apa yang dila-ngit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa'at disisi Allah tanpa izinNya? Dia menge-tahui apa2 yang ada dihadapan mereka dan apa2 yang dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa2 dari ilmu Allah melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi (kekuasaan) Nya me-liputi langit dan bumi. Dan Dia tidak berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.



9. Al Fatihah
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Alhamdu lillaahi Robblil ‘aalamin
Ar Rohmaanir Rohiim
Maaliki yaumiddin
Iyyaaka na’budu wa iyyaaaka nasta’iin
Ihdinash shiroothol mustaqiim
Shiroothol ladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi ‘alaihim wa ladh dhoolliin
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Yang menguasai hari pembalasan
Hanya kepada Engkau lah kami mengabdi, dan hanya kepada Engkau lah kami mohon perto-longan
Tunjuki lah kami jalan yang lurus
Yaitu jalan orang2 yang telah Engkau beri nik-mat kepada mereka, bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan mereka yang sesat

10. Surat Al Ikhlash (3x)
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Qul huwallaahu ahad
Allaahush shomad
Lam yalid wa lam yuulad
Wa lam yakun lahuu kufuwan ahad
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Katakanlah (hai Muhammad): “Dialah Allah yang Maha Esa”
Allah tempat kita (sekalian makhluk) bermohon
Ia tiada beranak dan tidak pula di peranakkan
Dan tiada seorang pun yang menyerupaiNya

11. Surat Al Falaq (3x)
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Qul a’uudzu bi robbil falaq
Min syarri maa kholaq
Wa min syarri ghoosiqin idzaa waqob
Wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqod
Wa min syarri haasidin idzaa hasad
Aku berlindung kepada Tuhan (yang menguasai) cuaca subuh, dari kejahatan makhlukNya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap.Dan dari kejahatan tukang2 sihir yang meniup pada ikatan. Dan dari kejahatan pendengki apabila dia dengki

12. Surat An Naas (3x)
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Qul a’uudzu birobbinnaas
Malikinnaas, Ilaahin naas
Min syarril waswaasil khon naas
Al ladzii yuwaswisu fii shuduurin naas
Minal jinnati wan naas
Aku berlindung kepada Tuhan Yang memelihara manusia, yang menguasai manusia, Tuhan bagi manusia. Dari kejahatan bisikan setan yang tersembunyi, yang membisikkan dalam dada manusia, dari jin dan manusia.

13. Surat Al Baqoroh 1-5
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Alif Laam Miim (Al Baqoroh: 1)
Hanya Allah yang mengetahui maknanya
Dzalikal kitaabu laa roiba fiihi hudal lil muttaqiin (Al Baqoroh: 2)
Kitab Al Qur'an ini tidak memiliki keraguan, petunjuk bagi mereka yang bertakwa
Al ladziina yu’minuuna bil ghoib wayuqiimu-nash sholaata wamimmaa rozaqnaahum yunfi-quun (Al Baqoroh: 3)
Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan seba-gian rezeki yang Kami anugerahkan kepada me-reka
Wal ladziina yu’minuuna bimaa unzila ilaika wamaa unzila minqoblika wabil aakhiroti hum yuuqinuun (Al Baqoroh: 4)
Dan mereka yang beriman kepada Kitab Al Qur'an, yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat
Ulaa’ika 'alaa hudam mir robbihim waulaa’ika humul muflihuun (Al Baqoroh: 5)
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang2 yang beruntung.

14. Laa ikrooha fid diini qot tabayyanar rusydu mi-nal ghoyyi fa may yakfur bith thooghuuti wa yu'min billaahi fa qodis tamsaka bil 'urwatil wutsqoo lan fishoo ma lahaa wallaahu samii'un 'aliim. (Al Baqoroh: 256)
Tidak ada paksaan dalam agama (Islam), karena sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang salah. Maka barang siapa yang ingkar kepada thogut (setan atau apa saja yang di-sembah selain Allah) dan ber iman kepada Allah, maka dia sungguh telah berpegang kepada buhulan tali yang kokoh yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Me-ngetahui

15. Allaahu waliyyul ladziina aamanuu yukhri-juhum minazh zhulumaati ilan nuuri wal la-dziina kafaruu auliyaa’uhumuth thooghuutu yukhrijuunahum minan nuuri ilazh zhulumaati ulaa’ika ashhaabun naari hum fiihaa kho-liduun. (Al Baqoroh: 257 )
Allah adalah pelindung orang orang yang beri-man; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang orang yang kafir itu pelindung pelindung mereka ialah setan yang mengeluarkan mereka dari ca-haya (iman) kepada kegelapan. Mereka itu ada-lah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.

16. Lillaahi maa fis samaawaati wa maa fil ardhi wa in tubduu maa fii anfusikum authfuuhu yu-haasibkum bihillaahu fayaghfiru li may ya-syaa’u wa yu'adzdzibu may yasyaa’u wallaahu 'alaa kulli syai’in qodiir. (Al Baqoroh: 284)
Kepunyaan Allah segala apa yang ada di langit dan di bumi. Dan jika kamu nyatakan apa yang ada dalam hatimu. Atau kamu menyembu-nyikan, niscaya Allah membuat perhitungan kepadamu. Maka Allah mengampuni orang yang dikehendaki Nya dan menyiksa orang yang dikehendaki Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

17. Aamanar rosuulu (surat Al Baqoroh 285)
Aamanar rosuulu bi maa unzila ilaihi mir rob-bihii wal mu minuuna kullun aamana billaahi wa malaaikatihii wa kutubihii wa rusulihii laa nufarriqu baina ahadim mir rusulihii wa qooluu sami'naa wa atho'naa ghufroonaka rob-banaa wa ilaikal mashiir.
Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan (demikian pula) orang2 yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah Malaikat2 Nya, kitab2 Nya dan rasul2 Nya, seraya mereka berkata, "Kami tidak membeda-bedakan antara seorang (dengan lain) dari pada rasul2 Nya." Dan mere-ka berkata,"Kami dengar dan kami taat. Ampun-ilah kami wahai Tuhan kami dan kepada Engkau lah tempat kembali."

18. Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus'ahaa lahaa maa kasabat wa 'alaihaa maktasabat. Robbaana laa tuaakhidznaa in nasiinaa au akhtho'naa, rob-banaa wa laa tahmil 'alainaa ishron ka maa ha-maltahuu alal ladziina min qoblinaa. Robbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thooqota lanaa bihii, wa'fu 'annaa wagh fir lanaa war hamnaa anta maulaanaa fan shurnaa 'alal qoumil kaafiriin. (Surat Al Baqoroh 286)
Allah tiada membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Baginya (paha-la) apa yang dia kerjakan dan dia mendapat (siksa dari kejahatan) yang dia kerjakan. (Me-reka memohon), "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau menyiksa kami jika kami lupa, atau kami bersalah. Wahai Tuhan kami janganlah Engkau pikulkan kepada kami beban yang berat sebagaimana telah Engkau pikulkan kepada orang2 sebelum kami. Wahai Tuhan kami janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak sanggup memikulnya. Maaf-kanlah kami, ampunilah kami, rahmatilah kami, Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami terhadap orang yang kafir."

19. Wamay yattaqillaaha yaj’allahu mahrojaa, wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib. Wa may yatawakkal ‘alallahi fahuwa hasbuhuu, in-nallaaha baalighu amrihii qod ja’alallaahu li-kulli syai’in qodroo
Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya diberi kelapangan dan diberinya rizki dari arah yang tidak di sangka2 dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya di cukupkan Nya segala keperluan. Sesungguhnya Allah sangat tegas dalam perintahNya dan Dia lah yang mentakdirkan segala sesuatu

20. Allaahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ah-dika wa wa’dika mastatho’tu a’uudzubika min syarri maa shona’tu abu u’ulaka bini’matika ‘alayya wa abu’u bidzanbii faghfirlii fa innahu la yaghfirudz dzunuuba illaa anta
Ya Allah Engkaulah yang memelihara diri-ku, tidak ada Tuhan kecuali Engkau, yang telah menciptakan diriku. Dan aku inilah hamba Mu, dan apa yang Engkau janjikan sekuasanya aku lakukan. Aku mohon perlindungan kepada Mu dari segala perbuatanku yang membahayakan. Aku mengakui bahwa Engkaulah yang menga-runiai nikmat atasku dan aku mengakui segala dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau

21. Subhaanallaahi wa bihamdihii subhaanallaahil ‘azhiim (100x)
Maha Suci Allah dan dengan memuji kepadaNya Maha Suci Allah Yang Maha Besar

22. Robbigh fir lanaa watub ‘alainaa, innaka antat tawwabur rohiim (3x)
Ya Tuhanku, berilah ampunan bagi kami dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang

23. Allahumma sholli’alaa Muhammad, allaa-humma sholli ‘alaihi wasallim (3x)
Yaa Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi muhammad SAW, Yaa Allah limpah-kanlah shalawat dan salam kepadanya

24. A’uudzu bikalimaatillaahit taammaati min syar-ri maa kholaq (3x)
Aku berlindung dengan membaca kalimat2 Allah yang sempurna dari kejahatan makhlukNya

25. Bismillahisy syafi, bismillahil kaafi, bismillahil mu’afi. Bismillahi lladzii laa yadluru ma’as-mihii syai’un fil ardli wa laa fis samaa’i wa-uwas samii’ul aliim.(3x)
Dengan nama Allah Tuhan Yang Maha Me-yembuhkan, dengan nama Allah Tuhan Yang Maha Mencukupkan, dengan nama Allah Yang Maha Memaafkan. Dengan nama Allah Yang tidak dapat di mudarotkan oleh segala sesuatu, baik di bumi maupun di langit dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

26. Rodhiinaa billaahi robbaa, wabii islaami dii-naa, wabimuhammadin nabiyyaa wa Rosuulla (3x)
Kami ridho Allah sebagai Tuhan kami, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Nabi dan rosul Allah

27. Bismillaahi walhamdu lillaahi wal khoiru wasy-syarru bimasyiiatillaah (3x)
Dengan menyebut nama Allah dan segala puji bagi Allah, dan kebaikan serta keburukan se-uanya terjadi atas kehendak Allah

28. Aamannaa billaahi wal yaumil aakhiri tubnaa ilallaahi baathinan wazhoohiroo (3x)
Kami beriman kepada Allah dan hari akhirat, kami bertaubat kepada Allah lahir dan bathin

29. Yaa robbana fu’annaa wamhul ladzii kaana minnaa yaa dzal jalaali wal ikrom, amitnaa ‘alaa diinil islaam (3x)
Wahai Tuhan kami, maafkanlah kami, dan hapuskanlah dosa yang pernah kami lakukan, wahai Tuhan Yang Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan, matikanlah kami dalam agama Islam

30. Yaa qowiyyu yaa matiinu ikfi syarrozh zhooli-miin (3x)
Wahai Yang Maha Kuat, wahai Yang Maha Teguh, hindarkanlah kami dari kejahatan orang2 yang zalim

31. Ashlahallaahu umuural muslimiin, shorofal-laahu syarrol mu’dziin (3x)
Semoga Allah memperbaiki segala urusan kaum muslim, semoga Allah menghindarkan kejahatan orang2 yang suka mengganggu

32. Yaa ‘Aliyyu Yaa Kabiiru, Yaa ‘Aliimu Yaa Qodiiru, Yaa Sami’u Yaa Bashiiru, Yaa Lathiifu Yaa Khobiiru (33x)
Wahai Yang Maha Tinggi, wahai Yang Maha Besar, wahai Yang Maha Mengetahui, wahai Yang Maha Kuasa, wahai Yang Maha Men-dengar, wahai Yang Maha Melihat, wahai Yang Maha Lembut, wahai Yang Maha Mengetahui

33. Yaa Faarijal hammi, Yaa Kaasyifal ghommi, Yaa Manli’abdihii yaghfiru wayarham (33x)
Wahai Penawar duka, wahai penghapus kesu-ahan, wahai Tuhan yang suka memberi ampun dan mengasihi hambanya

34. Astaghfirullaaha robbal barooyaa astaghfi-ullaaha minal khothooyaa (33x)
Aku memohon ampun kepada Allah Tuhan semua makhluk, aku memohon ampun kepada Allah dari kesalahan

35. Laa ilaaha illallaah, laa ilaaha illallaah (100x)
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, tiada Tuhan yang berhak disembahn selain Allah
36. Laa illa ha illaa anta subhaanaka inni kuntu minadz dzoolimiin (Al Anbiyaa’ 87) (33x)
Tidak ada Tuhan yang benar disembah, mela-nkan hanya Engkau yaa Allah, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang menganiaya diriku sendiri.

37. Allahumma inni zholamtu nafsi zhulman ka-tsiron wa la yaghfirudz dzunuba illa anta, fagh-firli maghfirotan min ‘indika, warhamni innaka antal ghofuurur rohiim.
Ya Allah, sungguh aku telah banyak me-nganiaya diriku, dan tiada yang dapat me-gampuni dosa selain Engkau, oleh kare-na itu ampunilah aku dan kasihani lah aku, se-ngguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

38. Alhamdullillahi robbil ‘aalamiina, hamdan ka-tsiiron thooyyiban mubaarokan fiihi ‘alaa kulli haalin, alhamdullillahi hamdan yuwaafii ni ‘amahu wa yukaafii maziidahu, yaa robbanaa lakal hamdu kamayanbaghi lijalaali wajhikal kariim wa ‘azhiimi sulthoonik. Allahumma sholli wa sallim ‘alla sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadin wa’alaa aalihi wa shohbihi aj-a’iin.
Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam dengan pujian yang banyak, dan diberkati di dalamnya pada setiap keadaan. Segala puji bagi Allah yang telah me-nyempurnakan nikmat dan karunia Nya. Ya Allah Tuhan kami, bagi Mu segala puji sesuai dengan kebesaran Dzat Mu dan kemegahan kerajaan Mu yang Maha Mulia. Ya Allah semoga Engkau limpahkan kese-jahteraan atas junjungan kami Nabi Mu-hammad SAW berserta keluarga dan sahabatnya.

39. Allaahumma ‘inna nas aluka salaamatan fiddii ni, wa afiatan fil jasadi, wa ziaadatan fil ‘ilmi wabarokatan fir rizki, wataubatan qoblal maut, warohmatan indal mauut, wa maghfirotan ba’dal mauut. Allaahumma hawwin ‘alaina fi sakarootil mauti wan najaata minnannaar, wal’afwa indal hisaab.
Ya Allah, kami mohon kepadaMu kesela-matan agama, kesehatan jasmani, bertambah ilmu dan berkah rizki. Dapat bertaubat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati dan memperoleh keampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami pada gelombang sakaratul maut dan le-paskanlah dari api neraka dan mendapatkan kemaafan ketika dihisab.

40. Allahumma inni zholamtu nafsi zhulman ka-tsiron wa la yaghfirudz dzunuba illa anta, fagh-firli maghfirotan min ‘indika, warhamni innaka antal ghofuurur rohiim.
Ya Allah, sungguh aku telah banyak me-nganiaya diriku, dan tiada yang dapat meng-ampuni dosa selain Engkau, oleh kare-na itu ampunilah aku dan kasihani lah aku, sesung-guhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

41. Allahumagh fir lii dzunuubi wali walidaya war-hamhumaa kamaa robbayanii shoghiroo, walija-mii’il mu’miniina wal mu’minaat wal mus-limiina wal muslimaat, al ahyaa iminhum wal amwaat wataabi’ bainanaa wabainahum bil khoirot. Robbigh fir warham wa anta khoirur rohimiin, walaa haula walaa quwwata illa billaahil ‘aliyyil azhiim.
Ya Allah, ampunilah segala dosaku dan dosa ibu bapakku, kasihanilah mereka sebagai mana mereka mengasihiku ketika dalam pemeliharaan mereka ketika aku kecil. Ampunilah juga dosa orang2 mukmin dan orang2 muslim laki2 dan perempuan, baik yang masih hidup atau yang sudah mati. Dan jadikanlah hubungan kami de-ngan semua orang muslimin selalu dalam ke-adaan baik, ya Allah, ampunilah dan kasih-anilah kami, hanya Engkaulah yang Maha Pengasih, hanya Engkaulah yang Maha Besar.

42. Robbighfir warham wa’fu watakarrom wataa-jawaz ‘amma ta’lam, innaka ta’lamu maalaa na’-lam, innaka antallahul a’azzul akrom
Ya Allah, ampunilah aku, sayangilah aku, maafkanlah aku, muliakanlah aku, serta ha-puskanlah apa2 yang Engkau ketahui dari dosa kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa2 yang kami sendiri tidak tahu. Se-sungguhnya Engkau ya Allah Maha Tinggi dan Maha Mulia.

43. Allahumaj ‘alfi qolbi nuuro, wafii sam’i nuuro, wafii bashori nuuro, wa an yamiinii nuuro, wa an syimaalii nuuro, wa min kholfii nuuro, wa min amaami nuuro, wa min fauqii nuuro, wa min tahtii nuuro, wa min a’shobii nuuro, wa fii damii nuuro, wa fii lahmii nuuro, wa fii sya’rii nuuro, wa fii lisanii nuuro, wa fii yadii nuuro, wa fii rijlii nuuro, waj’alil bashoro nuuro, birohmatika ya arhamar roohimiin.
Ya Allah, semoga Engkau sinarkan cahaya Nur Mu dalam hatiku, begitu juga pada telingaku, pada mataku, pada kiri kananku, pada muka dan belakangku, atas dan bawahku, pada urat syarafku, pada darahku, dalam dagingku, pada rambutku dan lidahku, pada kaki dan tanganku, dan semoga Engkau jadikan Nur itu pada semua pandangan dan pikiranku, dengan rahmat Mu ya Allah yang Maha Pengasih.

44. Allaahumma Yaa muyassiru yassir, yaa mudab-biru dabbir, yaa musahhilu sahhil, sahhil ‘a-laina kulla ‘assir bisaahilin basyirrin nadhir washollallahu wasallama ‘alaihi wa ‘alaih.
Yaa allah, wahai dzat yang memudahkan segala urusan, mudahkanlah. Wahai dzat yang me-ngatur segala aturan, aturlah. Wahai dzat yang memudahkan segala urusan, mudahkanlah. Mu-dahkan kepada kami segala kesukaran2 dengan penuh kemudahan yang sangat menggembirakan dan menyenangkan

45. Allahum maj’alhu hajjan mabruuro wa sa’yan masykuuuro wa dzanban maghfuuro wa amalan shoolihan maqbuulan wa tijaarotan lan tabuur.
Ya Allah, jadikanlah hajiku ini haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni, amal shaleh yang dikabulkan dan perdagangan yang tidak akan mengalami rugi selamanya.

46. Allohumma innii as‘aluka ‘ilman nafi’an wa ‘amalan mutaqqobbalan wa rizqon halaalan thoyyiban waasi’an fiddunyaa wal akhiroh, birohmatika yaa arhammar roohimiin
Ya Allah Ya Tuhan kami, aku mohon perto-longanMu ya Allah. Semoga amal ibadah kami diterima dan dikabulkan serta ilmu kami bermanfaat dan dilimpahkan rizki yang halal dan bagus dan membaguskan serta mencukupi, di dunia dan akhirat dengan segala rahmatMu ya Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

47. Yaa Allah Yaa Qodiim (100x)
Yaa Allah Tuhan Yang Maha Ku

48. Yaa Allah Yaa Jabbar, Yaa Allah Yaa Qohhar (100x)
Yaa Allah Yang Maha Perkasa, Yaa Allah Yang Maha Perkasa

49. Yaa Allah Yaa Rohmaan, Yaa Allah Yaa Rohiim (100x)
Yaa Allah Yang Maha Pengasih dan Yaa Allah Maha Penyayang

50. Yaa Allah Yaa Khofiidh, Yaa Allah Yaa Nashiir, Yaa Allah Yaa Wakiil (100x)
Yaa Allah Yang Maha Menjatuhkan, Yaa Allah Yang Maha Penolong, Yaa Allah Yang Maha Menerima Penyerahan
51. Doa Tolak Bala
Bismillaahir rohmaanir rohiim
Laa ilaaha illallaahu hawaalainaa hishooron Muhammadur rosuulullaahi quflan wamismaa-roon, laa ilaaha illallaahu Muhammadur rosuu-lullaah, laa ilaaha illallaahu Muhammadur ro-suulullaah, qoulan wa fi’lan
Inna bathsya robbika lasyadiid, wallaahu miw warooihim muhiith, bal huwa qur’aanum ma-jiid fii lauhim mahfuuzh
Shummum bukmun ‘umyun fahum laa yar-ji’uun
Shummum bukmun ‘umyun fahum laa ya’qi-luun
Shummum bukmun ‘umyun fahum laa yatakal-lamuun
Shummum bukmun ‘umyun fahum laa yubshi-ruun
Wa shollallaahu ‘alaa khoiri kholqihii Muham-madiw wa ‘alaa aalihii wa ash haabiihii aj-ma’iina birohmatika yaa arhamar roohimiin
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, semoga menjadi benteng yang mengelilingi kami; Nabi Muhammad adalah utusan Allah, semoga menjadi kunci dan pakunya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, secara lisan dan perbuatan.
Sesungguhnya azab Tuhanmu benar2 keras, pada hal Allah mengepung mereka dari arah belakang mereka. Bahkan yang di dustakan mereka ialah Al Qur’an yang mulia, yang tersimpan dalam Lauh Mahfuzh
Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali kejalan yang benar
Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah me-reka berakal
Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka berbicara
Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah me-reka melihat
Dan semoga sholawat dari Allah terlimpahkan kepada sebaik2 makhluk Nya yaitu Nabi Mu-hammad, juga kepada keluarganya serta sa-habat2Nya, dengan rahmat Mu wahai Tuhan Yang maha Pemurah diantara para pemurah

52. Doa Amalan Nabi
Bismillahir rohmanir rohim.
Bismillahi maa syaa allaah, laa yasuuqul khoiro illallaah.
Bismillahi maa syaa allaah, ma kaana min ni’-matin faninallaah.
Bismillahi maa syaa allaah, laa yashrifus suu’a illallaah.
Bismillahi maa syaa allaah, laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Dengan Nama Allah, karena Allah, tidak ada pertemuan yang lebih baik kecuali dengan Allah.
Dengan Nama Allah, karena Allah, tiada nikmat kecuali kenikmatan dari Allah.
Dengan Nama Allah, karena Allah, tiada yang menghilangkan dosa kecuali Allah.
Dengan Nama Allah, karena Mu yaa Allah tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan per-tolongan Mu yaa Allah Yang Maha Agung.

53. Yaa Allah Yaa Salaam Yaa Allah Yaa Syifaa’ (100x)
Yaa Allah Yang memberi Keselamatan Ya Allah Yang Memberi Kesembuhan

54. Yaa Allah Yaa Jaliil Yaa Allah Yaa Lathiif (100x)
Yaa Allah Yang Maha Agung Yaa Allah Yang Maha Lembut

55. Yaa Allah Yaa Shobuur Yaa Allah Yaa Kariim (100x)
Yaa Allah Yang Memberi Kesabaran Yaa Allah Yang Maha Mulia

56. Yaa Allah Yaa Ghoniyyu Yaa Allah Yaa Rozzaaq (100x)
Yaa Allah Yang Maha Kaya Yaa Allah Yang Maha Memberi Rizki

57. Yaa Allah Yaa Mujiibu Yaa Allah Yaa Wahhaab (100x)
Yaa Allah Yang Maha Memenuhi Yaa Allah Yang Maha Memberi Anugerah

58. Yaa Allah Yaa Dayyaanu Yaa Allah Yaa Burhaan (100x)
Yaa Allah Yang Maha Membalas Yaa Allah yang Maha Memberi Bukti

59. Yaa Allah Yaa Sulthoonu (100x)
Yaa Allah Yang Maha Raja

60. Yaa Allah Yaa Mubdi’u Yaa Allah Yaa Khooliqu (100x)
Yaa Allah Yang Maha memulai, Yang Maha Pencipta

61. Assalamu’alaika yaa habiib Allah. Assalamu-’alaika yaa rossuullulloh (3x)
62. Allaahummasholli ‘alan nabiyyil ummiyyi wa-’alaa aalihii wa asshhaabihii ajma’in
Bismillaahi aamantu billaah
Bismillaahi tawajjahtu lillaah
Bismillaahi tatsamtu billaah
Bismillaahi tawakkaltu ‘alallaahi laa haula wa-laa quwwata illaa billaahi ‘aliyyil ‘azhiim
Yaa Allah berilah sholawat atas nabi yang ummi dan atas keluarga dan para sahabatnya sekalian.
Dengan nama Allah aku beriman kepada Allah
Dengan nama Allah aku hadapkan diriku kepada Allah
Dengan nama Allah aku berlindung kepada Allah
Dengan nama Allah aku berserah diri kepada Allah, tiada daya upaya dan tiada kekuatan melainkan atas izin Allah Yang Maha Luhur dan Maha Agung

63. Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil azhiim (3x)
Tidak ada daya dan kekuatan melainkan daya dan kekuatan Tuhan Yang maha Tinggi dan Maha Agung

64. Doa Tasbih - Taubat Nasuha
Yaa Allaahu, Yaa Rohmaanu, Yaa Rohiimu, Yaa Hayyu, Yaa Qoyyuum, Yaa dzaljalaali wal ik-room. Yaa ahlat taqwaa, wa ahlal maghfiroh, Yaa dahroddaahiriin, tub ‘alayya taubatan na-shuuhaa, wa zidnii bi fadhii rohmatika. Nuuron wa zuuron wa wudhuu’an, yaa arhamar roo-himiin
Ya Allah yang Maha Pengasih, Ya Allah yang Maha Penyayang, Ya Allah yang Maha Hidup, Ya Allah yang Maha Penjaga, Ya Allah yang Maha Agung dan Mulia, Ya Allah yang Maha Dekat dengan orang yang bertaqwa, Ya Allah yang Maha Pengampun, Ya Allah yang dekat dengan yang mendekat/ berdzikir, Ya Allah terimalah taubatku yang ikhlas ini, dan ma-sukkanlah aku dengan keagungan rahmatMu kedalam cahaya iman dan bersih dari segala dosa dan bersih hati (mendapat kesabaran dan keikhlasan), Ya Allah Engkaulah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

65. Istighotsah
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamin.
Allahumma sholli wa sallim wabaarik ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa-shohbihi ajma’in.
Allahumma innaa nas aluka wanatawassalu ilaika, wanatasyafaa’u ‘indaka bisholaati ‘alaa nabiyyika Muhammadin shollallaahu alaihi wassallam an taqdhiya lanaa haajaatina fa-innahu laa yaqdhii haajata ahadin illaa anta.
Yaa Hayyu Yaa Qoyyumu birohmatika nasta-ghiitsu 3x
Yaa Mughiitsu aghitsnaa 3x
Wa shollallaahu ‘allaa sayyidinaa Muhammadin wa’alaa aalihi wa shohbihii wasallama. Wal-hamdu lillaahi robbil ‘aalamiin.
Segala puji hanya milik Allah, Penguasa alam jagad raya ini.
Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhamad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah, kami memohon kepada Mu, bertawa-sul dan memohon syafa’at di sisi Mu dengan berkah sholawat kami kepada Nabi Mu Muham-mad SAW, agar Engkau sudi memenuhi dan meluluskan seluruh hajat kami dan keinginan kami, karena tak ada yang mampu memenuhi hajat dan keinginan seseorang kecuali Engkau.
Ya Allah Tuhan yang Hidup, Tuhan yang Kekal, dengan kasih sayang Mu kami mohon per-tolongan Mu
Ya Allah, Tuhan Pemberi segala pertolongan, tolonglah kami. Semoga Allah selalu mencu-rahkan shoalawat atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan saha-batnya. Segala puji bagi Allah, Pemilik jagad raya ini

66. Robbana afrigh’alaina shobron wa tsabbit aqda-manaa wanshurnaa ‘alal qoumil kaafiriin
Ya Allah, ampunilah kami, berilah kami kesa-baran, kokohkanlah pendirian kami dan to-longlah kami terhadap orang2 kafir itu

67. Allaahumma aatini iimaanan shoodiqon wa yaqiinan laisa ba’dahuu kufrun wa rohmatan anaalu bihaa syarofa karoomatika fiid dunyaa wal aakhiroh
Ya Allah Tuhan kami, berikanlah keimanan yang benar dan keyakinan yang tidak kufur sesu-dahnya, dan curahkanlah kepada kami rahmat untuk mendapatkan kemuliaan ke-besaran Mu di dunia maupun di akhirat

68. Yaa Hayyu Yaa Qoyyuum birohmatika asta-ghiitsu laa takilnii ilayya wa ashlih lii syaa’nii kullahu
Ya Allah Yang Maha Hidup, Ya Allah Yang Maha Penjaga, dengan segala rahmatMu. Kami mohon pertolonganMu, janganlah Engkau lupakan kami sekejap mata pun, dan tolonglah segala kesulitan kami

69. Allaahumma allif bainii wa baina zaujii/ zau-jatii kamaa allafta baina aadam wa hawwaa
Ya Allah ya Tuhan kami, kokohkanlah cinta kasih suami/ isteri kami sebagaimana kokohnya cinta kasih antara Nabi Adam dan Siti Hawa

70. Allaahumma lakal syukroo, wa lakal mannu fadhlaa, wa anta robbunaa haqqoo, wa nahnu ‘abiiduka riqqoo, wa anta lam tazal lidzaalika ahlaa. Allaahumma yaa muyassiro kulli ‘asir, wa yaa khobiiro kulli kasiir, wa yaa shoohiba kulli farriid, wa yaa mughniya kulli faqiir, wa yaa muqowwiya kulli dho’if, wa yaa ma’mana kulli makfiif, yassir ‘alainaa kulla ‘asiir, fataisirul ‘asiir, alaika yasiir.
Allaahumma yaa man laa yahtaaju ilal bayaani watafsiir, haajaatuna ilaika katsiir, wa anta ‘aa-limun bihaa a bashiir
Allaahumma innaa nakhoofu minka wa na-khoofu mimman laa yakhoofu minka
Allaahumma bihaqqi man yakhoofu minka naj-jina mimman laa yakhoofu minka. Bihurmati sayyidinaa Muhammadin shollalloohu ‘alaihi was sallam, uhrusnaa bi’ainikal laatii laa tanaam, wanufnaa bikanaafikal ladzii laa yu-room, warhamnaa biqudrotika ‘alainaa falaa yuhliknaa, wa anta rojaa unaa birohmatika yaa arhamar roohimiin, wa shollalloohu ‘alaa say-yidinaa Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihii wa sallamal basyiiriin nadziir wa ssiroojil muniir
Yaa Allah ya Tuhan kami, bagi Mu segala puji2 sebagai syukur kami kepada Mu, bagi Mu segala pemberian sebagai anugerah, dan Engkau lah Tuhan pendidik kami yang sesungguhnya, kami adalah hambaMu yang terbelenggu, dan Engkau lah yang mengetahui dan mempunyai keahlian untuk semua itu.
Ya Allah ya Tuhan kami, yang memudahkan semua kesulitan, dan yang menambal se-mua keretakan, yang menemani semua orang yang sendirian, yang memberikan kekayaan semua orang yang memerlukan, yang memberi kekuatan kepada semua yang lemah, yang memberikan keamanan kepada semua yang takut, mudah-kanlah kepada kami semua kesulitan, maka menjadi mudahlah kesulitan.
Ya Allah ya Tuhan kami, yang tidak memer-lukan keterangan dan penjelasan, keperluan kami kepada Engkau sangat banyak, dan Engkau Maha Mengetahui dan Maha Melihat.
Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya kami sangat takut kepada Engkau, tetapi kami juga khawatir kepada orang yang tidak punya rasa takut kepada Engkau.
Ya Allah ya Tuhan kami, dengan kebenaran orang yang takut kepada Engkau, selamat-kanlah kami dari orang2 yang tidak takut kepada Engkau. Dengan kehormatan jun-jungan kami nabi Muhammad SAW, jagalah kami dengan kedua mata Mu yang tidak pernah tidur, peliharalah kami dengan pemeliharaan Mu yang tidak bisa ditembus, dan sayangilah kami dengan kekuasaan Mu kepada kami, maka janganlah Engkau hancurkan, kami. Engkau adalah harapan kami, dengan kasih sayang Mu, ya Allah ya Tuhan sebaik baik pemberi kasih sayang. Semoga Engkau limpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muham-mad SAW, keluarganya dan para sahabatnya, beliaulah pembawa kabar gembira, pemberi peringatan, dan pelita pemberi penerangan.

71. Yaa Allah Yaa Lathiff (100x)
Yaa Allah Yang Maha Lembut

72. Allaahumma baaid bainii wabaina khothoo-yaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal-maghribi. Allaahumma naqqinii min khothoo-yaaya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danasi. Allaahummaghsil khothooyaaya bil-maa’i wats tsalji walbarodi
Ya Allah, jauhkanlah antaraku dan antara dosa2ku sebagaimana Engkau jauhkan antara Timur dan Barat. Ya Allah, bersihkanlah dosa2ku bagaikan baju putih yang dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah dosa2ku dengan air, salju dan embun

73. Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu’annii
Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekurangan. Ang-katlah derajatku, dan berilah rizki kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku, dan berilah ampunan kepadaku

74. Doa Qunut
Allaahummah dinii fiiman hadaiit. Wa ‘aafinii fiiman ‘aafaiit. Wa tawallanii fiiman tawallait. Wa baariklii fiima ‘athoiit. Wa qinii biroh-matika syarro maa qodhoit. Fa innaka taqdhii wa la yuqdhoo ‘alaiik. Fa innahu laa yadzillu man waalaiit. Falakal hamdu ‘alaa maa qo-dhoiit. Astaghfiruka wa atuubu ilaik. Wa shollallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadinin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shohbihii wa sallam
Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang2 yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang2 yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku seperti orang2 yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dengan rahmat Mu dari kejahatan yang Engkau pastikan. Sesungguhnya Engkau yang memberi hukuman bukan yang dihukum. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang2 yang telah Engkau beri kekuasaan. Dan tidak akan mulia orang2 yang Engkau musuhi. Maha Berkah lah Engkau dan Maha Luhur lah Engkau. Segala puji bagimu atas yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan kembali kepada Mu. Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam atas Nabi Muhammad SAW yang ummiyyi beserta keluarganya.

75. Allaahumma innii as’aluka iimaanan kaamilan, wa yaqiinan shoodiiqon, wa rizqon waasi’an, wa qolban khoosyii’an, wa lisaanan zhoohiron, wa haalaalan thoyyiban, wa taubatan na-shuuhan, wa taubatan qoblal mauti, wa rohmaa-tan ‘indal mauti, wa maghfirotan wa rohmatan ba’dal mauti, wal ‘afwa ‘indal hisaabi, wal fauza bil jannati, wan najjaata minan naari, bi rohmatika yaa ‘aziizu yaa ghoffaar. Robbi zidnii ‘ilman wa alhiqnii bishoolihiin.

76. Allaahumma innii astaghfiruka min kulli dzambin tubtu ilaika minhu tsumma ‘udtu fiihi, wa astaghfiruka bimaa arodtu bihii wajhakal kariima fakhoolathtuhuu bimaa laisa laka bihii ridhow wa astaghfiruka bimaa wa ‘adtuka bihii nafsii tsumma akhlaftuka wa astaghfiruka bimaa da’aa lii ilaihil haaa minqoblir rukhoshi mimmasy tabaha ‘alayya ahuwa ‘indaka mah-zhuuruw wa astaghfiruka minan ni’amil latii an’amta bihaa ‘alayya fashoroftuhaa wataqow-waitu bihaa ‘alal ma’aashii.
Yaa Allah, sesungguhnya aku memohon ampun kepadaMu dari setiap dosa yang kulakukan kembali walaupun aku telah bertobat kepadaMu. Dan aku memohon ampun kepadaMu terhadap apa yang aku maksudkan hanyalah karena dzat-Mu Yang Maha Mulia, lalu aku mencampurinya dengan apa yang bukan karenaMu demi kepuas-an diriku. Dan aku memohon ampun kepadaMu terhadap apa yang telah aku janjikan kepadaMu, namun aku mengingkarinya. Dan aku memohon ampun kepadaMu terhadap hal2 yang diserukan oleh hawa nafsuku sebelum ada rukhshoh dari hal2 yang samar2 bagiku, sedang di sisiMu hal itu merupakan perbuatan yang terlarang. Dan aku memohon ampun kepadaMu terhadap nikmat2 yang telah Engkau berikan kepadaku, lalu aku menggunakannya dan menjadikannya sebagai sarana untuk melakukan perbuatan2 durhaka

77. Wa astaghfiruka minadz dzunuubil latii laa yaghfiruhaa ghoiruka walaa yaththoli’u ‘alaihaa ahadun siwaaka walaa yasa’uhaa illaa roh-matuka wahilmuka walaa yunjii minhaa illaa ‘afwuka
Dan aku memohon ampun kepada Mu dari dosa2 yang tiada dapat mengampuninya selain Engkau, dan tiada seorangpun yang melihatnya kecuali Engkau, dan tiada yang dapat memaafkannya kecuali rahmatMu dan santun-anMu, dan tiada yang dapat selamat dariNya kecuali mendapat maaf dariMu

77. Wa astaghfiruka yaa laa ilaaha illaa anta ‘alimul ghoibi wasy syahaadati min kulli sayyi’atin amiltuhaa fiibayaadhin nahaari wasawaadil laili fii malain wakholain wasirrin a’alaaniyatiw wa anta ilayya naazhirun idzartakabtuhaa taroo maa aatai tuhuu minal ‘ishyaani bihii ‘amdan au khothoan au nis-yaanaa, yaa haliimu yaa kariim
Dan aku memohon ampun kepada Mu wahai Tuhan yang tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau Yang mengetahui hal yang ghaib dan yang nyata dari segala keburukan yang telah kulakukan di siang bolong dan kegelapan malam, baik di hadapan orang banyak atau sendirian, baik yang rahasia maupun yang terang2an, sedang Engkau selalu memandangnya saat aku melakukannya, Engkau melihat semua perbuatan durhaka yang telah kulakukan. Baik yang sengaja, keliru atau karena lupa, wahai Yang Maha Penyayang, wahai Yang Maha Mulia

79. Wa astaghfiruka min kulli fariidhotiw wajabat ‘alayya fii aanaa-il laili wa athroofin nahaari fataroktuhaa ‘amdan au khotho-an au nis-yaanan au tahaawunan wa anaa mas uulun bihaa wamin kulli sunnatim min sunani sayyidil mursaliina wakhootamin nabiyyiina Muhammadin shollallaahu ‘alaihi wasallama fataroktuhaa ghoflatan au sahwan au jahlan au tahaawunan qollat au katsurat wa anaa ‘aaidum bihaa.
Dan aku memohon ampun kepada Mu dari setiap amal fardhu yang diwajibkan atas diriku di siang hari dan di malam hari, namun aku meninggalkannya dengan sengaja, keliru, lupa atau meremehkan padahal aku pasti akan dimintai pertanggungjawaban mengenainya, dan dari setiap sunnah rosul dan penutup para Nabi yaitu Muhammad SAW, lalu aku meninggal-kannya karena lalai, lupa, tidak tahu atau meremehkan, baik sunnah itu sedikit atau banyak, sedang aku masih mengulanginya

79. Wa astaghfiruka yaa laa ilaaha illaa anta wahdaka laa syariika laka subhaanaka robbil ‘aalamiin, lakal mulku walakal hamdu wala-kasy syukru wa anta hasbunaa wani’mal wa-kiilu ni’mal maulaa wani’man nashiir, walaa haula walaa quwwata illaabillaahil ‘aliyyil ‘a-zhiim
Dan aku memohon ampun kepada Mu wahai Tuhan yang tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau semata, tiada sekutu bagiMu, Maha Suci Engkau Tuhan semesta alam, bagiMu segala kerajaan, bagiMu segala puji, bagiMu segala syukur, dan Engkau adalah Yang mencukupi kami dan se-baik2 Pelindung, Pe-nolong dan se-baik2 yang memberikan bantuan, dan tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang maha Tinggi lagi Maha Besar

80. Robbanagh firlanaa wa liikhwaninaal ladziinna sabaquuna bil imaan, walaa taj’al fii qu-luubinaa ghillan lilladzina aamannu robbanaa innaka rouufur rohiim (Al Hasyr 10).
Ya Allah, ampunilah dosa kami dan orang2 yang beriman yang telah mendahului kami, dan janganlah Engkau jadikan ada perasaan dengki dihati kami terhadap orang2 yang beriman. Ya Allah Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih dan Maha penyayang.

81. Robbana aatina min ladunka rohmatan wa hayyi lanaa min amrina rosyadan (Al Kahfi 10).
Ya Allah, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi Mu, dan sempurnakanlah bagi kami petun-juk yang lurus dalam urusan kami

82. Robbanaa laa tuzigh quluubanna ba’daidz ha-daitanaa wahablanaa min ladunka rohmah, in-naka antal wahhaab (Ali Imron 8).
Ya Allah, jangan Engkau sesatkan hati kami se-telah Engkau beri petunjuk, berilah kami rahmat, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi

83. Robbanaa hablanaa min azwaajinna wa dzurriy-yatinaa qurrota a’yunin waj’alnaa lil muttaqiina imaama (Al Furqon 74).
Ya Allah, berikanlah dari isteri2 kami dan zuriat2 kami orang2 yang menjadi idaman hati di masyarakat dan jadikanlah kami menjadi ikutan bagi orang2 yang taqwa

84. Rabbi syrohlii shodrri wa yassirlii amrii wahlul uqdatam mil lisaani yafqohuu qoulii (Surat Thooha 25 - 28)
Ya Allah, lapangkanlah dadaku dan mudah-kanlah segala urusanku dan bukakanlah buhul2 kesulitan lidahku sehingga mereka memahami ucapanku.

85. Hasbunallaahu wani’mal wakillu (Ali Imron 173). Ni’mal maulaa wani’man nashiiru (Al Anfal 40).
Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik baiknya Pelindung.
Dia lah sebaik baik Pelindung dan Penolong.

86. Allahumma maalikal mulkitu’til mulka man ta-sya ‘u, watan zi’ul mulka mim man tasyaa, wa tu ‘izzu man tasyaa, wa tudzillu man tasyaa, bi-yadikal khoiru innaka ‘alla kulli syai’in qodiir. (Ali Imron 26)
Ya Allah, Engkaulah yang memiliki kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau tarik kerajaan itu dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Didalam tangan Mu semua kebaikan dan Engkau Maha Kuasa atas tiap2 sesuatu.

87. Tuulijullaila finnahaari wa tuulijun nahaaro fillaili wa tukhrijul hayya minal mayyiti wa tukhrijul mayyita minal hayyi wa tarzuqu manntasyaa’u bighoiri hisaab (Ali Imron 27)
Engkau masukkan malam kedalam siang, dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dai yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rizki siapa yang Engkau ke-hendaki tanpa hisab

88. Robbi hablii minash shoolihiin (Ash Shoffat 100)
Yaa Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku anak yang termasuk orang2 yang sholeh

89. Robbanaa taqobbal minnaa innaka antas samii’ul ‘aliim (Al Baqoroh 127)
Yaa Tuhan kami, terimalah amal kami, se-sungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

90. Hasbiyallaahu laa ilaaha illaa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa robbul’arsyil’azhiim (At Taubah 129)
Cukuplah Allah menjadi pelindungku. Tiada Tuhan selain Dia. KepadaNya aku berserah diri, dan Dia Penguasa Arsy yang Agung.

80. Allaahumma innii as’aluka farojan qoriiban, wa shobron jamiilan, wa rizqon waasi’an, wal ‘aafiyata min jamii’il balaa’i, wa as’aluka ta-maamal ‘aafiyati, wa as’aluka dawaamal ‘aa-fiyati, wa as’alukasy syukro ‘alal ‘aafiyati, wa as’alukal ghinaa ’anin naasi, wa laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi
Ya Allah, aku memohon kelapangan yang cepat, kesabaran yang elok, rizki yang luas dan keafiatan dari segala bala, dan aku memohon kepada Engkau kesempurnaan nikmat, dan aku memohon kepada Engkau kekekalan nikmat, dan aku memohon kepada Engkau kesyukuran terhadap afiat yang Engkau limpahkan, dan aku memohon kepada Engkau kecukupan dari manusia (tidak memerlukan kepada orang lain). Tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan Allah, Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar

91. Robbi adkhilnii mudkhola shidqiw wa’akh-rijnii mukhroja shidqiw waj’allii milladunka sulthoonan nashiiroo (Al Isro’ 80)
Yaa Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Mu kekuasaan yang menolong

92. Laa ilaaha illallaahu Muhammadur rosuulul-laahi shollallahu ‘alaihi wasallama wa syarrofa wakarroma wamajjada wa’azhzhoma, warodhi-yallaahu ta’aalaa ‘an ahli baitihiththoyyibiinath thoohiriina wa ash haabihil akromiina wa azwaajihith thoohiraati ummahaatil mu’mi-niina wat taabi’iina ma’ahum bi ‘ihsaanin ilaa yaumiddiin, wa’alainaa ma’ahum wafiihim bi-rohmatika yaa arhamar roohimiin
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Dan semoga Allah memuliakan, meninggikan, membesarkan dan meridhai ahli baitnya yang baik lagi suci, para sahabatnya yang mulia, istri2 beliau, sebagai ibu kaum mukmin, juga para tabi’in yang mengikuti jejak mereka dengan baik sampai hari pembalasan nanti, dan semoga kita semua dihimpunkan bersama mereka dan menjadi bagian dari mereka, berkat rahmat Engkau, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang

93. Allaahumma inna nas aluka ridhooka waljan-nata wa na’udubika min sakhotikawannaar.
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon keridho-an Mu dan surga, kami berlindung pada Mu dari siksa neraka.

94. Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanatan wa fil aakhiroti hasanatan wa qinnaa adzaabannaar (Al Baqoroh 200)
Ya Allah, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat dan peliharalah kami dari azab api neraka.

95. Wa adkhilnal jannata maal abroor yaa aziizu yaa ghofaaru yaa robbal alamiin
Dan masukkanlah kami kedalam surga bersama orang2 yang berbuat baik, wahai Tuhan yang Maha Mulia, Maha Pengampun dan Tuhan Yang Menguasai seluruh alam

96. Allaahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhamma-din wa ‘alaa ‘aali sayyidinaa Muhammadin, sho-laatan tunjiinaa bihaa min jamii’il ahwaali wal ’aafaa’ati wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al haa-jaati, watuthoh hirunaa bihaa min jamii’is sayyi’ati, watarfa’una bihaa ‘indaka ’alad da-rojaati watuballighunaa bihaa aqshol ghooyaati min jamii’il khoirooti fiil hayaati wa ba’dal mamaati
Ya Allah, limpahkanlah sholawat atas penghulu kami Nabi Muhammad SAW dan keluarganya Semoga dengan berkah sholawat itu Engkau lepaskan kami dari segala bencana dan musibah, Engkau tunaikan segala hajat kami, Engkau bersihkan kami dari segala kejahatan dan Engkau tingkatkan derajat kami, Engkau sam-paikan tujuan kami dalam hidup ataupun sesudah mati kami.

97. Allahumma sholli sholaatan kaamilatan, wa-sallim salaaman taaman, ‘alaa sayyidina Mu-hammadinil ladzii tahallu bihil ‘uqodu, watan fariju bihil kurobu, watuqdloo bihil hawaa’iju, wa tunaalu bihir roghoo‘ibu, wa husnul kho-waatimi, wayustasqol ghomaamu biwaj hihil kariimi, wa’alaa ‘aalihii washohbihii fii kulli lamhatin, wanafasin bi’adadi kulli ma’luum millaka.
Wahai Tuhan kami, limpahkanlah ke-sejahte-raan dan keselamatan yang sempurna atas junjungan kami Nabi besar Muhamad SAW. Semoga terurai dengan berkahnya segala bu-hulan, dilepaskan dari segala macam kesu-sahan, ditunaikan segala hajat, tercapai segala macam keinginan dan husnul khotimah, dicurahkan air hujan dengan berkah pribadinya yang mulia. Kesejahteraan dan keselamatan yang sempurna itu semoga juga Engkau limpahkan atas para keluarga dan sahabatnya setiap kedipan mata dan hembusan nafas, bahkan sebanyak pe-ngetahuanMu wahai Tuhan kami

98. Ila hadlrotin nabiyyil Muhammad SAW / nabi Ibrahim a.s/ nabi Ismail a.s ….. Al Fatihah Ke hadirat junjungan kami Nabi Muhammad SAW utusan Allah, semoga Allah mencurahkan kese-lamatan dan kesejahteraan atasnya…… Al Fatihah

99. Ilaa ruuhi ‘ala haadzihin niyyah wa likulli niyyatin shoolihah ilaa (diriku, suamiku, anak-cucuku, ibuku, ayahku, saudara2ku, keluarga besar AJS, keluarga SDW,teman2 dan rumah tanggaku dst)…..Al Fatihah
Melalui niat ini dan dengan niat yang baik kepada…...ku / suamiku / anak-cucuku, ibuku, ayahku, saudara2ku, keluarga besar AJS, ke-luarga SDW,teman2 dan rumah tanggaku dst) nama…. (niat)….. Al Fatihah

100. Subhaana robbika robbil ‘izzati ‘amma yashi-fuuna, wasalaamun ‘alal mursaliina, walhamdu lillahi robbil ‘aalamiina. Amin.
Maha Suci Allah,Tuhan Yang memiliki keeper-kasaan dari segala apa yang disifatkan kepada Nya.
Dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada para rasul dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Kabulkanlah doa kami.

Jumat, 12 Desember 2008

Keutamaan Wanita Shalihah.

I. Pengantar
Bersabda Rasulullah S.A.W. . . . :

“Dunia adalah kesenangan sementara, dan sebaik-baiknya kesenangan dunia ialah wanita (istri) yang shalihah.” (Muslim).

Wanita shalihah adalah pilihan Allah S.W.T. di dunia ini. Sifat-sifat mereka pun telah dipuji oleh Allah S.W.T. di dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu'min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Q.S. Al-Ahzab 33 : 35)

Sabda Rasulullah S.A.W. . . . , “Wahai sekalian wanita, sesungguhnya yang paling baik di antara kalian akan memasuki surga sebelum orang yang paling baik di kalangan lelaki. Mereka akan mandi, dan memakai minyak wangi dan menyambut suami-suaminya di atas keledai-keledai merah dan kuning. Bersama mereka anak-anak kecil, mereka seperti batu permata yang berkilauan.” (Abu Syaikh)

Wanita shalihah adalah suatu ni’mat yang luar biasa dari Allah S.W.T., sabda Rasulullah S.A.W. . . . . : “Diantara kebahagiaan anak Adam, antara lain terdapat dalam tiga hal; Wanita shalihah, rumah yang baik, dan kendaraan yang baik.” (Ahmad)

Dalam sabda beliau Rasululloh S.A.W. . . . yang lain : “Barangsiapa yang diberi rezeki oleh Allah seorang wanita yang shalihah, maka Allah telah menolong separuh imannya. Karenanya bertaqwalah kepada Allah untuk separuh yang lain.” (Thabrani, Hakim)

Demikian mulia seorang wanita yang shalihah, sehingga Abu Sulaiman Ad-Darani berpendapat: “Istri yang shalihah bukan termasuk dunia, karena istri itu menjadikanmu tempat (ber’amal demi) akhirat.”

Muhammad bin Ka’ab berkata mengenai firman Allah S.W.T. :
“Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. 2:201) bahwa itu adalah istri yang shalihah.

Dailami r.a. meriwayatkan bahwa wanita shalihah akan disebut-sebut oleh ahli langit sebagai ‘Syahidah’. Tidak dipungkiri bahwa wanita-wanita shalihah, sangat dirindukan oleh penduduk bumi dan langit, bahkan ikan-ikan di lautan pun dengan senang hati mendo’akan rahmat dan maghfirah baginya.
II. Peranan Wanita Shalihah.
Rasulullah S.A.W. . . . . pun bersabda : “Kejahatan seorang wanita jahat adalah seperti jahatnya seribu orang jahat dari kaum lelaki. Kebaikan seorang wanita yang shalihah adalah seperti ‘amalannya tujuh puluh orang-orang shiddiqin.” (Abu Syaikh)

Alim Ulama mengatakan bahwa ‘Shiddiqin’ adalah derajat para wali Allah S.W.T. Hal ini menunjukkan ketinggian derajat wanita yang shalihah. Kaum wanita memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap roda kehidupan dunia ini, bahkan terhadap kaum lelaki sekalipun. Ustadz Hasan Al-Bana Asy-Syahid Al-Hafizh menulis bahwa wanitalah yang mewarnai kehidupan dengan corak yang nyata. Hal ini disebabkan karena wanita adalah pendidik utama yang memproduksi bangsa. Wanitalah yang menjadi penentu arah masyarakat.

Syeikh Ibrahim Ali mengatakan bahwa seorang wanita jika sudah dominan dalam kehidupan pria, maka ia akan menjadi buah hati dan ruhnya. Bahkan akan menjadi segenap badan dan perasaan pria. Semua tindakan kebaikan atau kejahatan yang dilakukan oleh seorang pria, karena dorongan dari wanita.
Pikiran dan ‘amalan para wanita muslimah akan ikut serta berhembus dengan angin, mengalir dengan air, menyatu dengan tanah, tanpa memerlukan kendaraan untuk membawanya, tanpa memerlukan tenaga untuk mengangkutnya. Kebaikankah yang akan merebak ataukah kejahatan. Semua bergantung kepada ‘amalan’ para wanita.
Selanjutnya beliau mengatakan bahwa banyak ‘ulama dan para tokoh tergoda oleh wanita, maka rusaklah perjalanan hidupnya. Hal itu bukan disebabkan karena kepandaian wanita lebih jauh dan lebih luas daripada lelaki, tetapi karena kekuatan ghaib titipan Allah S.W.T. dan daya pesona wanitalah yang mampu menggoncangkan pria.
Walaupun kaum wanita juga dikatakan sebagai ‘fitnah’, akan tetapi kata fitnah ini harus diartikan dengan maksud yang positif. Peringatan Allah S.W.T. agar berwaspada terhadap fitnah yang timbul dari wanita, sama seperti peringatan-Nya terhadap fitnah harta dan anak-anak, tidak berarti semuanya buruk dan jahat. Tetapi sebagai ungkapan bahwa sikap yang berlebihan dalam menggantungkan diri pada semua itu mencapai suatu batas yang dapat menimbulkan fitnah, dan lupa diri dari dzikrullah.
Disebabkan lemahnya usaha da’wah, maka nilai dan keutamaan wanita telah menjadi kabur, bahkan sebagian besar dari kalangan wanita telah diselewengkan oleh syetan untuk menjadi pembantu-pembantunya dalam usaha kemungkaran. Dan dijauhkan dari nilai kemuliaan yang sebenarnya kepada derajat yang sangat rendah dan hina. Dan sangat sedikit diantara kaum wanita yang menyadari hakekat keutamaan yang ada pada diri mereka. Sabda Nabi S.A.W. . . . : “Permisalan wanita shalihah dari kalangan para wanita adalah seperti burung gagak hitam yang salah satu kakinya berwarna putih.” (Thabrani)
Ungkapan ini bermakna demikian sedikit wanita-wanita yang tergolong menjadi wanita shalihah. Hal ini dimaksudkan agar menjadi renungan dan penghisaban kaum wanita atas keselamatan dirinya, sehingga akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan kesempatan yang sedikit ini. Tanpa ada rasa pesimis ataupun kekhawatiran.
Sebagaimana kisah Asiah istri Fir’aun. Di tengah-tengah kaum yang memusihi Allah S.W.T. dan Rasul-Nya, ia tetap berpegang tegung kepada Allah S.W.T. Walaupun untuk menjaga keimanan tersebut ia harus menerima kematian di tangan suaminya sendiri yaitu Fir’an la’natullahu ‘alaihi. Sehingga atas keteguhannya ini Rasulullah S.A.W. . . . bersabda bahwa wanita yang terbaik dan paling sempurna adalah Asiah istri Fir’aun dan Maryam. Bahkan Ibnu Qurtubi dan Hafizh Ibnu Hajar rah.a. menganggap mereka berdua adalah Nabi Allah.

III. Ciri-ciri Wanita Shalihah.
“Jika wanita shalat lima waktunya, berpuasa di bulannya, menjaga kemaluannya dan mentaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya; ‘Masuklah ke dalam syurga dari pintu syurga mana saja yang kamu sukai’.” (Ibnu Hibban, Thabrani)
Juga menilik ayat 35 dari Q.S. Al-Ahzab di atas maka dapat disimpulkan beberapa sifat wanita shalihah, diantaranya yaitu : bersifat taat, jujur, sabar, khusyu’, suka bersedekah, suka berpuasa, memelihara kehormatannya dan banyak berzikir kepada Allah S.w.t. Syeikh Abdul Halim mengatakan bahwa wanita-wanita shalihah adalah qonitat (orang yang taat) dan hafizhat (orang yang menjaga diri) saat suami tiada.
Dalam pasal ini akan diterangkan mengenai beberapa dari sifat-sifat tersebut, dan yang lainnya akan diterangkan dalam pasal yang lain, sifat-sifat tersebut yaitu :
a. Menjaga Shalat Lima Waktu
Shalat adalah salah satu kewajiban umum yang telah Allah S.W.T. perintahkan kepada ummat Islam baik lelaki ataupun wanita. Nabi S.A.W. . . . , bersabda : “Shalat adalah tiang agama. Barangsiapa mendirikannya, berarti ia telah mendirikan agama, dan barangsiapa meninggalkannya, berarti ia telah menghancurkan agama.” (Baihaqi)

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan.” (Q.S. Maryam 19 : 59)

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (Q.S.Al-Maa’uun 107: 4 - 5)

Seorang wanita shalihah meyakini bahwa shalat adalah ibadah yang sangat istimewa, sehingga tidak mungkin ia shalatnya. Bukan hanya istiqamah dalam mengerjakannya, tetapi juga menjaga segala hal yang berhubungan dengan shalat. Karena Ibnu Abbas r.a, mengatakan tentang maksud Q.S. Maryam 19 : 59 atau Q.S. Al-Maa’uun 107 : 4 – 5. Bahwa melalaikan shalat bukan hanya, meninggalkan shalat begitu saja, tetapi termasuk melalaikan shalat juga adalah jika melalaikan waktunya, atau mengakhirkan waktunya dari waktu yang tepat. Jika maksudnya memang demikian, yaitu melalaikan waktu shalat juga termasuk dalam melalaikan shalat, maka orang yang melalaikan waktu shalat pun akan mendapat balasan ‘Ghoyya’ ataupun neraka ‘Wail.’

Allah S.W.T. telah memberikan kemudahan bagi kaum wanita muslimah dalam menunaikan shalat, yang tidak disamakan seperti kaum lelaki. Bagi wanita hanya ada dua tertib dalam melaksanakannya. Lebih ringan dan lebih mudah, tetapi mempunyai ganjaran dan pahala yang sama besarnya dengan kaum lelaki. Ini adalah karena rasa kasih-Nya terhadap kaum wanita, demi terjaganya wanita dari segala fitnah :

1. Lebih utama dilaksanakan di dalam rumahnya sendiri.
Sekali lagi, bahwa walaupun ditunaikan di rumah, dan hanya bersendirian, tetapi ia tetap akan mendapatkan pahala yang sama dengan kaum lelaki yang melaksanakan shalatnya di masjid.

2. Dilaksanakan di awal waktu.
Nabi S.A.W. . . . bersabda : “Amalan yang paling utama adalah shalat tepat pada waktunya.” Hadits ini ditujukan kepada kaum muslimin dan muslimat.
Melalaikan waktu shalat dengan sengaja, berarti telah menarik murka Allah S.W.T. kepada dirinya. Sabda Nabi S.A.W. . . . : “Tiga orang yang tidak akan diterima shalatnya oleh Allah ; (1) Seorang imam yang tidak disukai oleh makmumnya. (2) Orang yang tidak shalat kecuali setelah lewat wantunya (dengan sengaja). (3) Orang yang memperbudak orang merdeka.” (Ibnu Majah)
Menjaga shalat pada waktunya menghasilkan keuntungan-keuntungan, baik duniawi maupun ukhrawi. Diantaranya ialah : Dalam urusan duniawi yaitu, dijauhkan dari kesulitan rezeki dalam kehidupan dunia. Dan empat keuntungan ukhrawi lainnya adalah : (a) Dihindari dari siksa kubur, (b) Diberikan buku catatan ‘amalnya melalui tangan kanan, (c) Melewati shirat secepat kilat dan (d) Masuk surga tanpa hisab.
Rasulullah S.A.W. . . . bersabda : “Jika seorang hamba shalat pada awal waktunya, maka naiklah shalat itu ke langit dengan diliputi nur sehingga sampai ke Arsy, lalu (nur itu) memintakan istighfar bagi orang yang mengerjakan shalat seperti itu sampai hari kiamat, dan ia berkata : ‘semoga Allah memeliharamu sebagaimana kamu memeliharaku.’ Dan jika seorang hamba mengerjakan shalat tidak pada waktunya, maka naiklah shalat itu dengan diliputi kegelapan dan bila sampai ke langit, shalat itu terlipat bagaikan baju yang rusak, kemudian dilemparkan kembali ke muka orang yang mengerjakannya.” (Adz Dzahabi)
Orang-orang shalih pada zaman dahulu, seperti para shahabat r.a sangat memperhatikan shalat di awal waktu dengan bersungguh-sungguh. Mereka akan bersedih jika mereka tertinggal shalat di awal waktu ataupun karena tertinggal shalat berjama’ah. Az Zuhri pernah bercerita : “Suatu ketika saya masuk ke tempat Anas bin Malik r.a di Damsyik, saya menjumpai ia sedang menangis. Maka saya bertanya : ‘Mengapa kamu menangis ?’ beliau r.a menjawab : ‘Saya tidak mengetahui sesuatu yang telah aku dapatkan, kecuali shalat ini. Tetapi ternyata kini orang-orang telah mengabaikannya’.” Al-Karmany menerangkan bahwa mengabaikan shalat yang dimaksud di sini adalah mengakhirkan waktunya, bukan meninggalkannya sama sekali. (Bukhari)

b. Berpuasa
Firman Allah S.W.T. :
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (Q.S. Al-Baqarah 2:183)

Rasulullah S.A.W. . . . bersabda : “Segala kebaikan anak Adam dilipatgandakan pahalanya dengan sepuluh hingga 700 kali lipat. Allah S.W.T. berfirman : ‘Kecuali puasa, puasa adalah untuk-Ku dan Aku memberikan pahala kepadanya, ia telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya lantaran Aku’.” (Muslim)
Dalam hadits yang lain beliau S.A.W. . . . bersabda : “Puasa itu Junnah (perisai) karena itu jika kamu berpuasa, janganlah menuturkan kata-kata yang buruk, yang keji-keji dan yang membangkitkan rangsangan syahwat, dan janganlah pula ia mendatangkan hiruk pikuk, hingar bingar.”
Diriwayatkan pula bahwa puasa dan Al-Qur'an akan memohon syafaat bagi pelakunya kepada Allah S.w.t, mereka akan berkata : “Ya Allah S.w.t, aku telah menghalanginya dari makan dan memenuhi syahwat pada siang hari, maka perkenankanlah aku memberikan syafaat baginya.” Syafaat keduanya diterima oleh Allah S.W.T. (Ahmad)
Wanita shalihah selalu menunaikan shaum Ramadhan, dan juga puasa-puasa yang lainnya, selama tidak dalam keadaan berhalangan. Beberapa puasa sunnah yang lainnya, adalah ; Puasa ‘Arafah, puasa ‘Asyura dan Tasu’a, puasa enam hari di bulan Syawal, puasa tiga hari putih, puasa Senin dan Kamis, sehari puasa sehari berbuka dan lain sebagainya.
Al-Ghazali menuliskan ada tiga tingkatan manusia dalam mengerjakan puasa :
Golongan pertama; hanya memenuhi syari’at, meninggalkan makan, minum dan syahwat saja.
Golongan kedua; selain menahan dari makan minum dan syahwat, juga menahan lidah, pandangan dan anggota badan lainnya.
Golongan ketiga; hatinya betul-betul bertawajjuh hanya kepada Allah S.W.T. dan memelihara dari selain Allah S.w.t. (Ihya Ulumuddin)

c. Ciri-ciri yang lainnya
Selanjutnya Imam Nawawi dalam Syarh Uqudul Lujain, menukilkan sabda Rasulullah S.A.W. . . . tentang wanita penghuni syurga. Beliau S.A.W. . . . bersabda : “Empat wanita berada di syurga dan empat di neraka. Empat wanita yang berada di syurga, yaitu : (1) Wanita yang memelihara dirinya, taat kepada Allah dan suami, banyak anaknya serta sabar. (2) Menerima apa yang ada walaupun sedikit bersama suaminya dan bersifat pemalu. (3) Jika suaminya pergi, maka ia menjaga dirinya dan harta suaminya. (4) Wanita yang ditinggal mati suaminya, sedangkan ia mempunyai anak yang masih kecil-kecil lalu ia menahan dirinya, memelihara dan mendidik anak-anaknya, serta berbuat baik terhadap mereka dan tidak mau nikah lagi karena takut menyia-nyiakan mereka.”
Adapun empat wanita yang berada di neraka adalah : (1) Wanita yang jelek lisannya terhadap suami, jika suaminya pergi, ia tidak menjaga dirinya. Jika suaminya di rumah, ia menyakiti suaminya dengan ucapannya. (2) Wanita yang membebani suami (dengan tuntutan) yang suami tidak mampu melakukannya. (3) Wanita yang tidak menutup dirinya dari lelaki lain dan ia keluar dari rumahnya dengan berhias. (4) Wanita yang sama sekali tidak memiliki keinginan kecuali makan, minum dan tidur. Ia tidak memiliki gairah untuk mengerjakan shalat, untuk mentaati Allah S.W.T., mentaati Rasul, dan tidak juga dalam mentaati suaminya. Maka jika ada wanita memiliki sifat-sifat seperti ini, ia adalah wanita terlaknat dan ahli neraka, kecuali jika ia bertaubat.”

Demikian beberapa sifat utama dari wanita shalihah. Allah S.W.T. telah memberikan keistimewaan kepada mereka. Dengan bersusah payah sedikit untuk mentaati agama, seorang wanita shalihah dapat mendahului laki-laki shalih untuk memasuki syurga Allah S.W.T.

Articles : “Fadhilah Wanita Shalihah” 14/07/04 6:01

Rabu, 10 Desember 2008

HADIAH DARI MESIR UNTUK ROSULULLOH SAW

Dari Yahya Ibnu Abdul Rahman Ibnu Hathib, dari ayahnya, dari kakaeknya, yaitu Hathib Ibnu Abi alta'ah r.a., dia berkata, "Rosululloh SAW. mengutusku untuk menemui Raja Muqauqis, seorang penguasa Kota Alexandria, Mesir. Kemudian saya menyerahkan sebuah ajakan tertulis (surat) dari Nabi kepadanya. Lalu, dia menyediakan sebuah tempat tinggal untuk aku tempati selama beberapa hari. Saat aku dipanggilnya, dia telah mengumpulkan para famili kerajaan (thariqat). Raja tersebut berkata kepadaku, "Aku akan menyampaikan sesuatu kepadamu. Jadi, aku ingin agar sudi kiranya kamu memahami segala perkataanku ini."
Aku menjawab, "Baiklah, silahkan utarakan kepadaku." Dia menuturkan, "Tolong ceritakan orang yang mengutusmu. Bukankah ia seorang nabi ?" Aku menjawab, "Betul. Dia adalah seorang utusan (Rosul) Alloh SWT.". Raja itu bertanya lagi, "Mengapa saat diusir oleh kaumnya, Nabimu tidak mendoakan mereka agar ditimpa kebinasaan ?" Maka aku bertanya, "Bukankah Isa putra Maryam a.s. adalah Nabi kalian ?
Dia menjawab, "Aku bersaksi bahwa Isa adalah utusan Alloh." Lalu aku menimpalinya, "Mengapa saat kaumnya hendak menyalibnya, beliau tidak mendoakan agar Alloh SWT. membinasakan mereka hingga akhirnya beliau diangkat ke langit dunia oleh Alloh SWT. ?"
Kemudian dia menanggapi jawabanku, "Tanggapanmu bagus sekali. Kamu memang seorang bijaksana yang diutus oleh orang yang bijaksana pula (Nabi Muhammad SAW.). Oleh karena itu, perkenankanlah diriku untukmempersembahkan beberapa hadiah untuk Muhammad SAW. Demikian pula, aku akan mengirimkan para pengawal (budruqah) yang akan menghantarkanmu sampai ke tempat tujuan."
Hathib ibnu Abi Balta'ah r.a. berkata, "Raja tersebut mengirimkan 3 (tiga) hamba sahaya perempuan, di antaranya adalah Maria Al-Qibthiyah (kelak menjadi ibu dari Ibrahim ibnu Muhammad SAW.). Sementara itu, 2 (dua) orang lagi dihadiahkan kembali oleh Rosululloh kepada sahabat beliau. Satu orang diberikan kepada Abu Jahm ibnu Hudzaifah Al-'Adawi, dan seorang lagi dihadiahkan kepada Hasan ibnu Tsabit. Selain itu, dia juga mengirimkan hadiah berupa pakaian pilihan (thuraf)."

Tulisan ini di kutip dari buku yang berjudul Maria Al-Qibthiyah: The "Forgotten" Love of Muhammad SAW. Karya Abdullah Hajjaj yang merupakan terjemahan dari Mariyah Al-Qibthiyyah Ummu Ibrahim, Terbitan Maktabah Turats Al-Islami t.t., Kairo.

Selasa, 08 Juli 2008

Empat Puluh Hadits Rosululloh yang Patut di pahami dan di Amalkan agar Beruntung Hidup Kita

Bismillahirrohmannirrohim,

Dari Salman r.a. berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rosululloh SAW. Mengenai 40 hadits yang pernah dinyatakan, “Barangsiapa dari umatku menghafal empat puluh hadits itu, maka ia akan memasuki Jannah.” Aku pun bertanya kepadanya, “Manakah empat puluh hadits itu wahai Rosululloh SAW” Rosululloh SAW bersabda:

  1. Kalian hendaknya beriman kepada Alloh, baik Dzatnya maupun yang berkaitan denganNya.
  2. Beriman kepada hari kiamat.
  3. Beriman kepada para malaikat.
  4. Beriman kepada kitab-kitab Alloh.
  5. Beriman kepada para nabi.
  6. Beriman pada kehidupan setelah mati.
  7. Beriman pada takdir baik maupun takdir buruk, bahwa semuanya berasal dari Alloh SWT.
  8. Bersaksi bahwa tidak ada yang patut di sembah kecuali Alloh SWT dan Muhammad adalah hamba dan utusan Alloh.
  9. Kerjakanlah sholat pada waktunya dengan Wudlu yang sempurna.
  10. Tunaikan zakat
  11. Berpuasalah pada bulan Ramadhan.
  12. Jika mampu, kerjakanlah haji.
  13. Kerjakanlah sholat dua belas rokaat (Sunnah mu’akkadah) setiap hari.
  14. Janganlah meninggalkan sholat witir pada setiap malam.
  15. Janganlah menyekutukan Alloh dengan apapun.
  16. Jangan mendurhakai kedua orang tuamu.
  17. Jangan memakan harta anak yatim dengan cara dzalim.
  18. Jangan meminum khamar
  19. Jangan berzina.
  20. Jangan bersumpah palsu dengan nama Alloh.
  21. Jangan bersaksi palsu.
  22. Jangan mengikuti keinginan hawa nafsu.
  23. Jangan melalukan gibbah terhadap saudaramu yang muslim.
  24. Jangan membuat tuduhan palsu kepada seorang perempuan muslim.
  25. Jangan merasa dengki terhadap saudaramu yang muslim
  26. Jangan menyibukkan diri dengan perbuatan yang sia-sia.
  27. Jangan mengikuti orang-orang yang membuang waktunya dengan hal yang sia-sia.
  28. Jangan mengata-ngatai orang dengan maksud menghina.
  29. Jangan bersenda-gurau dengan mengorbankan orang lain sebagai sasaran.
  30. Jangan membuat fitnah kepada sesama muslim.
  31. Bersyukurlah kepada Alloh atas segala nikmatnya.
  32. Bersabarlah dalam menghadapi musibah dan bencana.
  33. Janganlah merasa aman dari azab Alloh.
  34. Jangan memutuskan persaudaraan dengan kerabatmu.
  35. Jalinlah tali silaturahmi.
  36. Jangan mengutuk mahluk Alloh.
  37. Perbanyaklah mengucapkan tasbih, takbir, dan tahlil.
  38. Jangan meninggalkan sholat jum’ah dan sholat dua hari raya.
  39. Ketahuilah bahwa apapun yang menimpa kita adalah takdir yang telah ditetapkan dan tidak dapat dielakkan. Dan apapun yang telah ditakdirkan luput, tidak mungkin akan didapatkan.
  40. Janganlah ditinggalkan membaca Al Quran dalam keadaan apapun.


Salman r.a bertanya kepada Rosululloh SAW., “Apapila seserang dapat menghafalkan hadits-hadits tersebut, apakah ganjarannya ?” Rosululloh SAW bersabda “Alloh SWT akan membangkitkannya bersama para anbiya dan para ulama”.

Semoga Alloh SWT dengan limpahan rahmat dan karunianya mengampuni dosa dosa kita dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hambanya yang sholeh. Amien.


Prepare by EFJ 23/11/07 – Mukhlisin Mosque – Malaka Asri