Selasa, 30 November 2010

Lima Kunci Dibalik KeberhasilanSEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique)

Lima Kunci Dibalik KeberhasilanSEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique)

• Yakin
• Khusyu’
• Ikhlas
• Pasrah
• Syukur

YAKIN
Kita, baik di posisi sebagai TERAPIST ataupun KLIEN tidak perlu yakin sama SEFT atau diri kita sendiri,namun MUTLAK, KITA perlu yakin pada MAHA KUASANYA TUHAN dan MAHA SAYANGNYA TUHAN pada kita yang namanya MANUSIA ini. Jadi, SEFT tetap efektif walaupun klien maupun SEFTer, masih SKEPTIS, RAGU, TIDAK PD, MALU JIKA GAGAL, dsbnya. Asalkan KLIEN dan SEFTer masih YAKIN sama ALLAH SWT, SEFT tetap EFEKTIF. Anehnya, semakin Anda percaya diri,semakin tidak bagus hasilnya, semakin Anda tidak PD, anda jadi semakin PA (Percaya Alloh) atau PT (Percaya Tuhan) dan hasilnya semakin menakjubkan. INGAT, ketika Anda PD, berarti “EGO” Anda naik, dan apa yang di maksud EGO ? EGO = Edging God Out = Menyingkirkan Tuhan Keluar. Maksudnya, semakin EGO SESEORANG naik, maka semakin Tuhan menyingkir dari kehidupan kita. Semakin Anda kurangi atau bahkan “NOL” EGO kita, maka Insyaalloh Tuhan akan membuat keajaiban dalam hidup kita.

KHUSU’
Selama melakukan SEFT, khususnya pada saat SET UP, kita harus mampu menghadirkan konsentrasi, atau khusu’. Caranya: Pusatkan pikiran kita pada saat melakukan SET UP pada “SANG MAHA PENYEMBUH”. Katakan kata kata didalam SET UP dengan penuh kerendahan hati. Salah satu penghambat efektifitas SET UP adalah karena kita tidak mampu konsentrasi, pikiran kita tidak ikut hadir. Ingatlah prinsip: Dimana Pikiran Tertuju, Disana Energi Mengalir. Jadi, berkonsentrasilah pada kata-kata yang kita ucapkan saat melakukan SET UP.

IKHLAS
Ikhlas artinya RIDLO atau menerima keadaan kita, rasa sakit yang diderita (baik fisik maupun emosi) dengan sepenuh jiwa. Ikhlas artinya tidak mengeluh, tidak komplain atas musibah yang sedang kita alami. Kita akan merasakan semakin sakit adalah karena tidak mau menerima dengan ikhlas rasa sakit atau masalah yang sedang kita hadapi. Diri kita yang ikhlas menjadikan sakit apapun yang kita derita adalah SARANA PENYUCIAN DIRI dari dosa dan kesalahan yang pernah kita lakukan. PAIN PARADOX, semakin kita berontak, semakin lama sakit akan diderita. Semakin kita ikhlas menerimanya, semakin cepat penyakit/gangguan itu pergi. Jadi ikhlaskan selalu hati kita, maka rasa sakit akan lenyap, kalaupun masih menetap, minimal sakit tersebut menjadi berkah penebus dosa, penambah kebaikan buat diri kita. Insyaalloh.



PASRAH
Pasrah berbeda dengan ikhlas, ikhlas adalah menerima dengan legowo apapun yang kita alami saat ini, sedangkan pasrah adalahmenyerahkan apa yang akan terjadi kemudian, dimasa depan kepada Alloh SWT. Kita pasrahkan apapun yang akan terjadi nanti. Apakah rasa sakit makin parah, atau membaik, atau TOTAL sembuh, kita pasrahkan kepada Alloh SWT.
INGAT, Pasrah bukan berarti FATALISME, pasrah yang sejati disertai usaha optimal untuk mencari solusi. PASRAH (TAWAKKAL) memiliki arti bahwa, kita berusaha sekuat tenaga (Harta, Tenaga, Fikiran, segala bentuk ikhtiar) sambil hati kita hanya bergantung kepada ALLOH SWT. ORA ET LABORA, KERJAKU ADALAH DOAKU. “Bismillahitawakaltu alalloh”. Ini adalah doa BERANGKAT KERJA, bukan PULANG KERJA. Jadi penafsirannya : Bukan kalau sudah ‘Menthok’ baru kita PASRAH. Bukan pula doa berangkat tidur, jadi buan habis pasrah terus tidur nyenyak, tidak perlu berusaha. INGAT, Pasrah bukan berarti tidak berusaha. PASRAH adalah sebuah kondisi jiwa dimana kita menyerahkan diri kepada Alloh SWT, yang pada saat yang sama dibarengi semangat juang dan usaha pantang menyerah. Pasrah akan memberikan ketenangan jiwa dan kedamaian pikiran, karena orang yang pasrah adalah yakin bahwa SEGALA PERMASALAHAN MANUSIA ADA DALAM GENGGAMAN ALLOH SWT. Bagi orang yang pasrah, Insyaalloh Tuhan akan mengambil alihmasalah tersebut, DIA sendiri yang akan akan turun tangan untuk membantu menyelesaikannya. Seperti Nabi Ibrahim yang berdoa: “Cukuplah Alloh sebagai penolongku”, maka api yang seharusnya panas membakar dirinya, menjadi dingin. Atau doa nabi Musa yang berbunyi: “Dan aku serahkan masalahku kepada Alloh, sesungguhnya ia Maha Melihat Segala Urusan hamba Nya”.
Allohpun berpesan: “Dan jika kau telah bulatkan tekadmu, maka selanjutnya, pasrahkanlah kepada Alloh SWT, sesungguhnya Ia (Alloh) mencintai orang-orang yang berserah diri”, dan “(Katakan) dengan rahmat dan karunia Alloh hendaklah kamu berbahagia, karena Rahmat dan karunia-Nya lebih baik dari semua yang kamu usahakan.”

SYUKUR
Bersyukur, disaat semua kondisi dalam keadaan baik-baik saja adalah relatif mudah. Sungguh berat terasa, untuk tetap bersyukur di saat kita masih sakit atau punya masalah yang belum selesai. Tetapi, apakah tidak layak jika kita minimal mensyukuri, dimana banyak hal lain dalam hidup kita yang masih dalam keadaan BAIK dan SEHAT WALAFIAT. Jangan sampai satu masalah kecil menenggelamkan rasa syukur kita atas nikmat Alloh SWT yang begitu banyak dan besar. Agar mampu besyukur setiap waktu maka kita harus memiliki “The Dicipline of Gratitude”, dengan cara mendisiplinkan diri, dan pikiran serta hati dan tindakan untuk SELALU BERSYUKUR, dalam kondisi yang berat sekalipun. Jangan-jangan, sakit yang kita derita atau masalah yang tak kunjung selesai akibat dari diri kita yang lupa mensyukuri nikmat yang selama ini kita terima. Khabar gembiranya, begitu kita terus menerus bersyukur apa saja yang masih baik dan sehat, tiba tiba, pada saat yang bersamaan masalah dan atau sakit yang kita derita menjadi sirna (sembuh) dengan sendirinya.
Seorang alumni SEFT Total Solution Training, yang mengikuti pelatihan karena alasan sakit tumor otak, tiba tiba saja ketika ia berusaha dengan hati dan fikiran untuk fokus mensyukuri segala sesuatu yang masih sehat, maka tiba-tiba rasa sakit akibat tumor di kepala terasa tidak mengganggu lagi, bahkan ia mulai kembali bisa membaca. Alhamdulillah. Ajaibnya lagi, setelah kira-kira 3 bulan belia terus fokus dan disiplin bersyukur, tiba tiba saja sakit di jantungnya juga mereda tanpa dia sengaja untuk mengurangi gangguan sakit jantung yang ia derita. Inilah salah satu efek samping positif SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique). The most powerfull prayer is GRATITUTE”, “Lain syakartum, la adziidannakum ...”.

Tidak ada komentar: